BAGIKAN VIA
KIRAB NELAYAN- Masyarakat nelayan asal Jawa ikut kirab dalam rangka HUT KKJB pada Sabtu, (12/8) lalu

TIMIKA – Moratorium pelarangan bagi nelayan non Papua untuk tidak menangkap ikan tidak akan diperpanjang lagi. Hal itu ditegaskan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH saat ditemui wartawan saat menghadiri HUT KKJB ke-2, di Graha Eme Neme Yauware, Sabtu (12/8) lalu.

Bupati Omaleng dihadapan ribuan warga Jawa termasuk ratusan nelayan, yang menjadi korban insiden menegaskan Mimika adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga siapapun bisa mencari nafkah di Mimika termasuk para nelayan.

“Tidak bisa seenaknya diusir,” tegasnya.

Kata Bupati Omelng, baik nelayan asli Mimika maupun dari luar sama-sama berhak. Harusnya menurut Bupati, nelayan Papua bersama TNI menjaga laut Mimika dari nelayan asing atau kapal asing bukan menolak masyarakat.

Dalam satu minggu ini dikatakan Bupati Omaleng, akan dicari tahu siapa provokator di balik pengusiran nelayan non Papua. “Otak provokator untuk usir nelayan ke luar itu siapa, kita cari tahu dulu kemudian proses hukum,” terangnya.