147

Sehari sebelum Pernikahan, Suharnas Tewas Tertimbun Ruko

*Kisah-kisah Pilu di Balik Musibah Gempa Pidie Jaya, Aceh (Bagian 2/Habis)

BAGIKAN VIA
Foto Prawedding Yusra Fitriani dan Suharnas. FITRIANI FOR RAKYAT ACEH

Sebenarnya Kamis (8/12) merupakan hari bahagia bagi pasangan Yusra Fitriani dan Suharnas. Pada hari itu mereka berencana melangsungkan pernikahan. Namun, takdir berkata lain. Sehari sebelum hari H, gempa besar terjadi di Pidie Jaya sehingga menewaskan calon mempelai pria.

AMRIZAL ARNIDA, Pidie Jaya

SEMUA persiapan pernikahan itu sudah rampung. Undangan telah disebar, tenda dan peralatan pesta mulai dipasang, bahkan busana yang akan dikenakan kedua mempelai sudah disiapkan secara khusus. Kamar pengantin untuk menyambut malam pertama pun sudah ready.

Mempelai perempuan, Yusra Fitriani, 31, sudah tidak sabar menunggu saat paling sakral dalam perjalanan hidupnya itu. Dia berkali-kali mematut di depan cermin. Perempuan asal Desa Dayah Timu, Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, itu tidak ingin mengecewakan kekasihnya, calon suaminya, Suharnas, 33, pemuda asal Kota Meureudu, Pidie Jaya. Karena itu, setiap saat Fitri –panggilan calon mempelai perempuan– memandangi diri dari ujung kaki hingga pucuk rambutnya di depan cermin.

Namun, siapa yang menyangka, sehari sebelum hari H pesta pernikahan digelar (7/12), gempa dahsyat berkekuatan 6,5 skala Richter (SR) terjadi di wilayah Pidie Jaya. Ratusan rumah hancur. Sejumlah fasilitas umum ambruk. Tidak sedikit rumah ibadah yang rusak. Ratusan orang menjadi korban, luka-luka maupun meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan.

Tak diduga, salah seorang korban meninggal itu adalah sang calon pengantin pria, Suharnas. Dia tewas tertimpa bangunan rumah toko (ruko) milik orang tuanya, Suhatril dan Muharnizar (keduanya sudah meninggal). Saat kejadian, Suharnas tengah tidur di ruko lantai 2 tersebut. Pagi itu, sekitar pukul 05.00, dia belum bangun dari tidur lelapnya. Akibatnya, ketika gempa terjadi, almarhum tidak sempat menyelamatkan diri. Jasad tubuhnya ditemukan tertimbun reruntuhan bangunan tempat usahanya itu.