Beranda Jayapura
2475

Di Ayapo Polisi Amankan 67 Bungkus CT

*Pelaku dan BB Langsung Ditahan Polsek Sentani Timur

BAGIKAN VIA
Kapolsek Sentani Timur, AKP Mansyur bersama Kanit Reskrim Polsek Sentani Timur, Ipda Imam Rubiyanto memperlihatkan miras lokal jenis cap tikus (CT) yang berhasil disita dari salah satu pelaku berinisial YA di rumah di Kampung Ayapo Distrik Sentani Timur, Rabu (30/11) kemarin.ROBERT YEWEN/CEPOS

SENTANI – Polres Jayapura melalui Polsek Sentani Timur berhasil mengamankan dan menyita 67 bungkus miras jenis cap tikus (CT) dan air ragi di Kampung Ayapo Distrik Sentani Timur, Rabu (30/11) kemarin.

Kapolsek Sentani Timur, AKP Manyur melalui Kanit Reskrim, Ipda Imam Rubiyanto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan miras jenis cap tikus (CT) dan bahan yang digunakan untuk membuat miras jenis balo di Kampung Ayapo. Imam, menjelaskan penemuan ini berasal dari pihaknya melakukan sosialisasi mengenai situasi Kamtibmas di pesisir Danau Sentani.

Lalu sekitar pukul 9.45 wit, rombongan tiba di dermaga Kalhote ada laporan dari seorang ibu bahwa di Kampung Ayapo terdapat penjualan miras lokal (milo) jenis cap tikus, setelah menerima laporan, maka rombongan beserta pelapor langsung menuju ke TKP.

“Kami lalu bersama rombongan menuju ke TKP di Kampung Ayapo dan langsung bertemu dengan pelaku pembuat milo berinisial YA, tanpa mengadakan perlawanan pelaku akhirnya menunjukkan tempat pembuatan milo. Dari hasil penggeledahan telah ditemukan barang bukti, berupa 67 bungkus cap tikus siap edar, air ragi (bahan baku) setengah ember, panci penyulang, pipa penyulingan, dan kompor merk hock,” jelasnya usai menyita milo di Kampung Ayapo, Rabu (30/11) kemarin.

Menurut dia, saat ini para pelaku YA bersama-sama dengan barang bukti telah diamankan dan dilakukan penindakan lebih lanjut, sesuai dengan barang bukti yang telah tersebut. “Pelaku YA dan barang bukti (BB) sudah ditahan dan sedang dimintai keterangan di Polsek Sentani Timur, guna menyelidikinya dan penyidikan lebih lanjut,” kata Imam.

Imam, berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan laporan tentang penjualan dan peredaran miras lokal secara ilegal yang dilakukan oleh masyarakat di kampung-kampung.(bet/wen/cepos/JPG)