216

Kapolda Papua Ajak Seluruh Umat Berdoa Bersama

*Menyikapi Pengaruh Aksi Demo di Jakarta Terhadap Kerukunan Beragama di Papua

BAGIKAN VIA
Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw bersalaman dengan seorang warga saat melakukan kunjungan ke Ilaga ibukota Kabupaten Puncak, beberapa waktu lalu.YONATHAN/CEPOS

Setelah aksi demo besar-besaran dari umat muslim pada 4 November lalu terkait dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan calon Gubernur Petahana  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, aksi demo rencananya juga akan kembali  digelar pada 2 Desember mendatang.  Lantas bagaimana upaya Polda Papua dalam meredam pengaruh aksi demo tersebut terhadap kehidupan beragama di Papua?

Laporan: Deni Tonjau_Jayapura 

PERKEMBANGAN tehnologi informasi yang pesat saat ini, memang memberikan pengaruh terhadap penyebarluasan informasi dari satu daerah ke daerah lain, bahkan ke seluruh penjuru dunia. Tidak hanya melalui pemberitaan melalui media massa baik cetak maupun elektronik, perkembangan informasi ini justru lebih cepat melalui media sosial.

    Ironisnya, informasi melalui media social maupun media online ini, kadang belum bisa dipastikan kebenarannya. Kadang juga sengaja dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab  dengan tujuan terentu. Bahkan mengarah pada upaya untuk  mengacaukan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.  Termasuk, upaya memecah kerukunan hidup umat beragama di Indonesia dengan menghembuskan isu SARA ( Suku, Agama, Ras dan Antara golongan).

  Begitu juga dengan aksi demo yang digelar di Jakarta dengan nuansa kepentingan  agama ini, dikhawatirkan juga bakal berimbas di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di wilayah Papua. Oleh karena itu, jauh-jauh hari aparat kepolisian berupaya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Intinya, berbagai kegiatan di daerah lain tersebut, diharapkan tidak mempengaruhi kerukunan hidup beragama di Papua yang sudah terjalin baik selama ini.

   Untuk itu, Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw  mengajak seluruh umat beragama di Papua untuk doa bersama. Hal ini untuk menyikapi aksi demo susulan yang dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) dan diikuti berbagai macam elemen organisasi Islam yang akan berlangsung pada 2 Desember 2016 mendatang.