Beranda Jayapura
2593

Hanya Satu Jam Sudah Sampai di Paha

*Hujan Deras, Beberapa Ruas Jalan Terendam Banjir

BAGIKAN VIA
DORONG MOTOR – Dua orang pria terpaksa mendorong motornya melewati genangan air di depan Bank BRI Abepura, Jumat (25/11). Hujan deras yang melanda Kota Jayapura, kemarin mengakibatkan sejumlah ruas jalan terendam banjir.GAMEL/CEPOS

JAYAPURA – Siapapun yang terpilih sebagai Wali Kota Jayapura tahun 2017 mendatang wajib memikirkan persoalan banjir yang kerap melanda Kota Jayapura jika intensitas hujan tinggi. Bagaimana tidak, lihat saja contoh kondisi di depan Korem 172/PWY Padang Bulan dan depan Hotel Matoz Abepura hingga Kali Acay, Jumat (25/11) kemarin yang menjadi lokasi paling parah akibat banjir di Distrik Abepura. Jalur protocol ini tergenang hingga paha orang dewasa hanya dari hujan yang berlangsung hampir 2 jam itu.

Ngerinya lagi, tak sedikit sendimen yang naik ke badan jalan sudah dalam bentuk pasir maupun bebatuan. Ini menandakan bahwa kulit tanah sudah terbuka sehingga pasir dan bebatuan ikut terbawa air. Sekretaris Eksekutif Rumah Belajar Papua, Dian Wasaraka menyebut bahwa ada beberapa factor terjadinya banjir belakangan ini. Pertama adalah luasan tutupan hutan di Kota Jayapura yang berkurang dengan cepat akibat pembukaan kebun atau ladang berpindah. Kedua system drainase yang buruk sehingga tak mampu menampung dan mengalirkan begitu cepat ke hulu, ketiga alih fungsi lahan untuk bisnis-bisnis yang minim kajian dampak Amdal serta kesadaran masyarakat untuk membuang sampah ditempatnya yang masih kurang.

Dari empat faktor di atas, Dian yang dulunya bergabung dengan sejumlah LSM lingkungan ini memberi solusi diantaranya pertama hentikan penebangan dan alih fungsi lahan, kedua melakukan normalisasi drainase, ketiga membuat biopori untuk penyerapan air serta menumbuhkan kesadaran mengenai pendidikan lingkungan begitu juga penegakan hukum bagi yang melanggar. “Semua saling berkaitan, lihat saja ketika banyak warga melakukan pembukaan lahan di daerah hulu dan hujan turun sesaat namun intensitasnya tinggi dan tak bisa ditahan akibat fungsi akar mati sehingga air turun lurus begitu saja dan sampainya di kota ternyata drainase banyak yang tersumbat akibat sampah plastic sehingga drainase tak mampu menampung lagi,” katanya.