Beranda Opini
144

KEANEHAN PENAHANAN DAHLAN ISKAN

BAGIKAN VIA
Oleh: M Erick Antariksa

KEPUTUSAN Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka kasus korupsi penjualan aset PT. PWU sangatlah aneh.

Unsur terpenting korupsi itu yaitu adanya kerugian keuangan negara. Nah sampai saat ini, BPK atau BPKP belum menyatakan secara resmi berapa nilai kerugian yang dialami keuangan negara dalam urusan ini.

Lagi pula, PT. PWU itu kan korporasi. Dalam korporasi, untung rugi tidak bisa dilihat secara sekilas saja. Kalau mau adil, kita musti lihat berapa total kekayaan PT. PWU ketika Dahlan Iskan masuk. Hanya sekitar Rp. 20 milyaran saja. Coba bandingkan dengan kekayaan PT. PWU yang hampir mencapai Rp. 250 milyar ketika Dahlan mengundurkan diri. Nah, justru berlipat ganda lebih dari 10 kali lipat kan? Jadi di mana kerugian negaranya?

Lagi pula, selain aneh, penetapan status tersangka korupsi kepada Dahlan Iskan, walaupun belum jelas berapa nilai kerugian negaranya itu, sangat menyalahi Surat Perintah tentang Larangan Kriminalisasi yang dikeluarkan Presiden Jokowi. Khususnya butir 4, yang melarang penetapan tersangka tanpa nilai kerugian negara yang jelas. Masa belum jelas kerugiannya tapi sudah di-TSKkan, ditahan pula. Prematur. Terlalu tegesa-gesa.