Beranda Sports
94

Maju Sulit Mundur Kena

BAGIKAN VIA
SELEBRASI-Momen selebrasi yang dilakukan anak-anak Mutiara Hitam saat Osvaldo Haay mencetak gol ke gawang Arema Cronus, Senin (24/10) diharapkan kembali hdir saat Persipura menjamu Sriwijaya FC di Stadion Mandala, Minggu (30/10).

SEPANG – Bintang Movistar Yamaha Jorge Lorenzo bisa jadi rider paling apes musim ini. Sudah gagal mempertahankan gelar juara dunia yang tahun lalu direngkuhnya, kini dia semakin jauh dari persaingan perebutan posisi kedua klasemen pembalap. Yang tidak mengenakkan lagi, posisi ketiganya saat ini sedang diincar bintang moncer Suzuki Ecstar Maverick Vinales.

Lorenzo pasti tak membayangkan posisi sulitnya saat ini bisa terjadi saat memulai musim balap 2016. Datang dengan status juara bertahan performa pembalap 30 tahun itu begitu impresif sejak rangkaian uji coba musim dingin. Uji coba perdana di Sepang Malaysia, Lorenzo lebih cepat nyaris 1,2 detik dari rider tercepat Honda. Selisih yang tidak umum terjadi di antara dua motor pabrikan tersebut.

Memasuki musim balap 2016 Lorenzo melanjutkan tren positifnya dengan langsung menjuarai seri pembuka. Perubahan ban Bridgestone ke Michelin jelas merepotkannya. Namun di tujuh seri pertama Lorenzo tetap memenangi tiga balapan dan dua kali finis runner up. Meski dia juga mengalami dua kali retired.

Hujan menjadi momok utama Lorenzo musim ini. Dengan feeling yang buruk dengan ban basah Michelin, hujan juara dunia tiga kali MotoGP tersebut selalu kesulitan di trek basah. Di balapan basah itulah dia kehilangan banyak poin. Di Assen, dia hanya finis di urutan 10. Kemudian di Jerman Lorenzo finis 15 setelah sempat terjatuh, dan di Republik Ceko hanya mampu finis 17 tanpa mendulang poin.

Lorenzo mengalami DNF (do not finish) tiga kali sepanjang musim ini berlangsung. Sedangkan Rossi empat kali. YZR-M1 terlihat begitu rapuh saat bertarung di trek basah. Namun Rossi memang lebih berpengalaman dengan Michelin dan masih menyandang status sebagai rain master.